Selasa, 20 Oktober 2026 Berita Terkini & Terpercaya
airzona.netairzona.net
airzona.net - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Dompet Boncos di Tengah Jalan, Ternyata Ini 6 Sala...

Dompet Boncos di Tengah Jalan, Ternyata Ini 6 Salah Kaprah Traveler

Sering kehabisan uang saat traveling? Bukan karena destinasi mahal, tapi karena enam kebiasaan salah ini. Cek biar liburanmu nggak boncos.

Dompet Boncos di Tengah Jalan, Ternyata Ini 6 Salah Kaprah Traveler

Gue pernah ngalamin momen paling menyebalkan waktu jalan-jalan: dompet tipis padahal perjalanan baru setengah. Waktu itu gue lagi di Sumba, niatnya mau lihat Pantai Walakiri yang terkenal itu. Masalahnya, sisa uang gue cuma cukup buat bensin motor dan sepiring nasi. Padahal baru hari ketiga dari tujuh hari rencana liburan. Malu-maluin, tapi jadi pelajaran paling berharga yang pernah gue dapat soal traveling.

Setelah ngobrol sama banyak teman sesama pengelana — dari yang cuma bawa tas ransel sampai yang selalu bawa koper kabin — gue sadar satu hal. Boncosnya dompet di tengah jalan hampir nggak pernah gara-gara destinasi yang mahal. Justru seringnya karena kebiasaan kecil yang kita anggap remeh. Nah, ini dia enam kesalahan yang paling sering gue temui, plus cara ngatasinnya.

Salah Kaprah Pertama: Anggap Semua Tempat di Indonesia Murah

Ini jebakan klasik. Banyak orang berangkat dengan asumsi "kan masih Indonesia, pasti murah". Kenyataannya, harga di Labuan Bajo atau Raja Ampat bisa bikin kamu geleng-geleng kepala. Tiket masuk Taman Nasional Komodo aja udah bukan kaleng-kaleng, apalagi kalau kamu ikut paket tur kapal.

Gue pernah ketemu pasangan dari Surabaya yang kaget bukan main waktu tahu harga penginapan di sekitar Wae Rebo. Mereka datang cuma bawa budget ala backpacker ke Bromo. Akhirnya harus nego sana-sini dan numpang di rumah warga.

Solusinya simpel: riset harga lokal sebelum berangkat. Bukan cuma tiket pesawat, tapi juga harga makan, transportasi lokal, dan tiket masuk. Setiap daerah punya karakter biaya sendiri. Bali dan Lombok nggak sama, apalagi dibanding Nusa Tenggara Timur yang biaya logistiknya memang lebih tinggi.

Salah Kaprah Kedua: Nggak Siapin Dana Darurat Perjalanan

Dana darurat itu bukan cuma buat urusan mendesak di rumah. Di perjalanan, hal-hal tak terduga jauh lebih sering terjadi. Ban motor pecah di tengah hutan, kamera jatuh ke air, atau tiba-tiba sakit perut karena salah makan.

Gue selalu sisihkan minimal 20 persen dari total budget buat pos ini. Kedengarannya boros, tapi percaya deh, waktu kamu butuh, rasanya kayak penyelamat hidup.

Traveler berpengalaman bukan yang paling banyak bawa uang, tapi yang paling siap kalau uangnya habis di tengah jalan.

Kalau kamu merasa 20 persen terlalu besar, minimal siapkan dana setara satu malam penginapan plus biaya transportasi pulang. Itu udah cukup buat nolongin kamu di situasi darurat.

Salah Kaprah Ketiga: Terlalu PD dengan Itinerary Padat

Nah, ini yang sering bikin dompet jebol tanpa sadar. Kita bikin jadwal super padat — pagi ke sini, siang ke sana, malam masih mau ke tempat lain. Akibatnya, kita jadi sering naik taksi online atau sewa kendaraan mendadak karena nggak ada waktu buat nunggu angkutan umum.

Gue pernah bikin itinerary yang isinya tujuh tempat dalam sehari. Hasilnya? Gue cuma benar-benar menikmati dua tempat, sisanya cuma foto-foto buru-buru. Uang habis buat transportasi yang sebenarnya nggak perlu.

Coba deh, kurangi satu atau dua destinasi per hari. Kasih ruang buat jalan kaki, nongkrong di warung lokal, atau sekadar nyasar. Justru momen-momen nggak terencana inilah yang biasanya paling berkesan — dan paling hemat.

Bikin Itinerary yang Fleksibel

Daripada jadwal per jam, coba bikin daftar "wajib" dan "kalau sempat". Dengan begitu, kamu punya prioritas jelas tanpa harus memaksakan diri mengejar semua tempat. Dompet lebih aman, badan juga nggak capek.

Salah Kaprah Keempat: Nggak Riset Transportasi Lokal

Ini kesalahan yang sering banget gue lihat di traveler pemula. Sampai di kota tujuan, langsung buka aplikasi transportasi online tanpa tahu kondisi lokal. Padahal di banyak daerah, angkutan umum atau ojek pangkalan jauh lebih murah.

Waktu gue ke Yogyakarta, teman gue ngotot pakai taksi online ke Malioboro dari stasiun. Ongkosnya hampir tiga kali lipat dibanding naik Trans Jogja yang cuma beberapa ribu rupiah. Bukan soal pelit, tapi uang segitu bisa dipakai buat makan tiga kali.

  • Cek dulu apakah ada angkutan umum atau shuttle resmi di kota tujuan
  • Tanyakan tarif ojek pangkalan ke warga sekitar sebelum naik
  • Manfaatkan transportasi online buat perjalanan yang memang nggak ada alternatifnya

Salah Kaprah Kelima: Kalap Beli Oleh-oleh di Awal Perjalanan

Gue ngaku, gue pernah jadi korban kebiasaan ini. Baru hari pertama di Bandung, gue udah beli dua kardus keripik dan aneka snack. Akibatnya, tas penuh, dan gue harus bayar bagasi ekstra waktu pulang. Belum lagi ada camilan yang melempem karena kelamaan di tas.

Aturan gue sekarang: beli oleh-oleh di hari terakhir, atau kalau memang harus di tengah perjalanan, pastikan barangnya nggak gampang rusak. Ini kelihatan sepele, tapi dampaknya ke dompet lumayan besar. Biaya bagasi ekstra dan penggantian barang rusak itu duit yang bisa dipakai buat liburan berikutnya.

Salah Kaprah Keenam: Nggak Nyatet Pengeluaran Harian

Ini yang paling sering diabaikan. Banyak orang merasa "ah, nanti juga ketahuan kok sisa uangnya berapa". Padahal tanpa catatan, kita nggak sadar kalau udah kebanyakan jajan atau terlalu sering ngopi di kafe mahal.

Gue mulai nyatet pengeluaran pakai aplikasi sederhana di HP. Nggak ribet, cuma catat nominal dan kategorinya. Dalam tiga hari pertama, gue udah bisa lihat pola: ternyata pengeluaran terbesar gue bukan di tiket masuk, tapi di makanan dan minuman. Sejak itu, gue lebih sadar buat milih warung lokal ketimbang kafe turis.

Kalau males pakai aplikasi, cukup pakai catatan di HP atau bahkan buku kecil. Yang penting konsisten nyatet setiap kali keluar uang. Nggak perlu detail banget, yang penting kamu tahu ke mana uangmu pergi.

Intinya, Liburan Itu Soal Persiapan yang Cerdas

Dari semua kesalahan di atas, satu benang merahnya jelas: masalahnya bukan di destinasi, tapi di persiapan. Indonesia itu luas dan beragam, dan setiap daerah punya karakter biaya yang beda. Traveler yang jago bukan yang paling banyak bawa duit, tapi yang paling paham cara mengelolanya.

Jadi sebelum berangkat lagi, luangkan waktu sejam buat riset harga lokal, siapkan dana darurat, dan bikin itinerary yang realistis. Percaya deh, dompet aman, kepala tenang, dan liburanmu jadi jauh lebih nikmat. Gue udah buktiin sendiri — dari yang dulu boncos di Sumba, sekarang gue bisa jalan seminggu penuh tanpa drama kehabisan uang.

Tags: tips traveling hemat liburan kesalahan traveler budget perjalanan wisata Indonesia

Baca juga: Anak Mulai Rewel Tiap Weekend? Coba Ritual Sebulan Ini